Seperti yang kita ketahui pertamina merupakan perusahaan minyak dan gas bumi terbesar di Indonesia. Kerja Keras Adalah Energi Kita mungkin inilah kalimat yang akan terus memicu semangat perusahaan minyak bumi dan gas bumi terbesar di Indonesia ini untuk selalu menjadi perusahaan nomer satu dan terbaik, untuk terus memenuhi kebutuhan masyarakat akan minyak dan gas bumi. Wednesday, October 21, 2009
Kerja Keras Adalah Energi Kita; Sedikit Tentang Pertamina
Seperti yang kita ketahui pertamina merupakan perusahaan minyak dan gas bumi terbesar di Indonesia. Kerja Keras Adalah Energi Kita mungkin inilah kalimat yang akan terus memicu semangat perusahaan minyak bumi dan gas bumi terbesar di Indonesia ini untuk selalu menjadi perusahaan nomer satu dan terbaik, untuk terus memenuhi kebutuhan masyarakat akan minyak dan gas bumi. Posted by Dendi Abdulah at 11:28 PM 0 comments Links to this post
Labels: Artikel
Sunday, November 30, 2008
Laporan KP di NTP (Proses Balancing Rotor)
Alhamdulilah kerja praktek di NTP akhirnya selesai juga, tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada seluruh staft dan karyawan PT NTP (Nusantara Turbin dan Propulsi) khususnya kepada bapak Riyanto yang telah membimbing saya selama kerja praktek di NTP berlangsung, semoga ilmu yang bapak berikan bermanfaat bagi saya. Amien....Proses balancing rotor merupakan proses yang dilakukan setelah proses instalasi impeller dimana tujuannya adalah agar putaran rotor consentristasnya terjaga, sehingga rotor yang berputar tidak menimbulkan vibration/getaran. Apabila vibration terjadi maka komponen-komponen yang ada pada rotor akan cepat mengalami kerusakan, sehingga umur pompa menjadi pendek.
Langkah-langkah Balancing Rotor :
1. Langkah pertama rotor yang sudah dinstal atau dirakit di letakan pada mesin balancing, kemudian rotor di putar dengan kecepatan 3550 rpm dengan tujuan untuk mengetahui bagian pada impeller yang akan di dilakukan proses penggerindaan.


Gambar dibawah (Recording Balancing.) menunjukan bahwa rotor masih unbalance. Karena kedua titik yang berwarna merah tidak berada pada tengah-tengah garis sumbu. Namun sebaliknya, apabila kedua titik yang berwarna merah ada di tengah-tengah garis sumbu, itu menunjukan bahwa rotor sudah balance.

Sedangkan untuk lingkaran bagian kiri berlaku untuk permukaan impeller bagian kiri, dimana titik merah (pada gambar) berada pada posisi 28º, sedangkan angka 3,39 g adalah material impeller yang harus dibuang. Maka dapat diartikan bahwa material yang harus dibuang dengan proses grinding adalah sebanyak 3,39 g, pada posisi 28º.
2. Langkah berikutnya adalah memberikan tanda pada bagian impeller dengan menggunakan spidol warna putih, dimana tanda tersebut menandakan bahwa material impeller yang akan dibuang.

3. Kemudian setelah impeller di tandai, langkah selanjutnya adalah melakukan penggerindaan pada impeller yang telah di tandai.

Setelah proses grinding selesai, kemudian rotor di putar kembali, untuk mengetahui apakah proses balancing sudah selesai atau belum. Parameter selesai atau belum proses balancing adalah seperti yang penulis sebutkan tadi diatas yaitu kedua titik yang berwarna merah berada pada tengah-tengah garis sumbu.
Posted by Dendi Abdulah at 5:12 PM 2 comments Links to this post
Labels: Pompa Sentrifugal
Saturday, November 8, 2008
Laporan KP di NTP (Intalasi Impeller Terhadap Poros Untuk Pompa Multi Stage)
Berhubung untuk Instalasi impeller ini ga ada buku literaturnya jadi saya coba ulpoad kedalam blog saya, agar bisa di jadikan literatur pada saat anda mengambil KP dengan judul Instalasi Impeller Untuk Pompa Multi Stage. Tidak seperti saya yang kesulitan mencari buku literatur tentang judul KP ini. loh kok curhat !!
Proses pemasangan impeller merupakan salah satu proses yang paling penting, karena pada proses ini dibutuhkan ketepatan pada saat memasang Impeller pada poros, karena sedikit saja terjadi ke tidak tepatan pada saat pemasangan, maka Impeller tidak dapat di pasang kedalam poros kenapa seperti itu? Karena pemasangan Impeller ini termasuk kedalam suaian paksa, maka Impeller perlu dipanaskan sebelum di pasang . Apabaila hal tersebut kurang tepat, maka impeller tidak akan bisa dipasang pada poros.

1. Langkah pertama sebelum Impeller dipasang terhadap poros, terlebih dahulu bagian poros yang akan di tempatkan sebagai kedudukan Impeller di lumasi Anti Size yang tujuannya adalah untuk menutup celah antara lubang Impeller dengan poros, sehingga celah tersebut benar-benar tertutup.

2. Kemudian setiap sisi lubang Impeller dipanaskan dengan temperature kira-kira 250ºC.

3. Kemudian setelah Impeller No.1 terpasang langkah selanjutnya adalah pemasangan Hub

4. Langkah berikutnya adalah pemasangan Impeller No.2 kemudian dilanjutkan dengan pemasangan Pin atau pasak, dimana Pin ini berfungsi untuk menahan Impeller agar Impeller terkunci dengan baik terhadap porosnya.

Setelah pin terpasang dengan benar, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan Wearing.

5. Selanjutnya pemasangan Impeller No.3 proses pemasangan Impeller No.3 ini di pasang pada posisi berlawanan (tidak saling berhadapan) dengan impeller No. 2 Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan Wearing pada impeller No.3

6. Langkah terakhir adalah pemasangan Impeller No.4. pada pemasangan Impeller No.4 ini cara pemasangannya sama dengan pemasangan Impeller sebelumnya. Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan Hub

Setelah semua Impeller dan Hub seluruhnya terpasang, di dinginkan dengan menggunakan kipas tujuannya agar Impeller dan Hub tadi dingin secara perlahan, tujuannya agar Impeller dan Hub tidak menjadi getas.


Lokasi dan Waktu Kerja Peraktek
Dalam pengumpulan data guna penyusunan laporan kerja kuliah praktek, penulis melaksanakan kuliah kerja praktek pada PT. Nusantara Turbin dan Propulsi yang berlokasi di jln. Padjajaran 154 (KP IV) Bandung. Adapun waktu pelaksanaan kuliah kerja praktek ini dimulai pada tanggal 15 Mei 2008 sampai 15 Juni 2008.
Posted by Dendi Abdulah at 7:03 PM 3 comments Links to this post
Labels: Pompa Sentrifugal

